Ayo Bangkit dari Kegagalan!

Dalam QS. Ar-Rahman )55) : 13 Allah SWT berfirman :

Arrohman

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Ayat yang disebutkan berkali-kali dalam surat Ar-Rahman ini menunjukkan bahwa manusia itu jarang bersyukur dan tak mengerti kasih sayang (rahmat) Allah. Padahal, manusia dibekali nikmat yang luar biasa, tangan, kaki, pendengaran, penglihatan, akal, hati, dan pikiran. Namun, sebagian manusia mendustakannya. Mereka lebih suka berputus asa daripada berusaha, lebih suka tidur daripada berpikir, dan lebih suka bermalas-malasan daripada bekerja/belajar.

Dengan bekal yang Allah berikan kepada manusia, maka tujuan Allah menciptakan manusia yaitu untuk menuju kesuksesan karena manusia diciptakan untuk sukses dan menjadi pemenang. Namun pada kenyataannya tak semua manusia bisa menjadi pemenang dan sukses. Di dunia ini, ada dua kelompok besar. Ada orang-orang sukses dan ada orang-orang gagal.

Tahukah teman-teman apa perbedaan orang-orang sukses dengan orang-orang gagal? Orang-orang sukses adalah mereka yang selalu bersyukur, tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan tidak meratapi kegagalan. Mereka tak terlena oleh kemalasan dan keputusasaan. Orang yang sukses adalah ia yang telah melewati ribuan kegagalan dalam hidupnya. Sedangkan orang yang gagal adalah orang yang gagal memahami kegagalan dan ia yang gagal bangkit dari kegagalan.

Maka, hal pokok yang harus tertanam dalam diri kita sebagai mahasiswa yang ingin sukses yang notabene sebagai pelajar adalah “Bangkit dari Kegagalan”. Ya, karena sebagai pembelajar kita selalu menemukan kegagalan demi kegagalan dalam hidup. Kegagalan menguasai pelajaran, kegagalan mencapai nilai tinggi, kegagalan mengikuti lomba, kegagalan menyelesaikan soal ujian, kegagalan mengalahkan rasa minder dan kurang percaya diri, kegagalan melaksanakan tugas di organisasi, dan sebagainya. Kegagalan demi kegagalan itu selalu mewarnai kehidupan kita. Maka, bangkit dari kegagalan adalah kata kunci menuju kesuksesan.

Kegagalan apapun bentuknya pasti akan menyebabkan tekanan – tekanan psikis. Ia yang telah gagal pasti akan merasa dirinya tak berguna, bodoh, dan sebagainya. Maka disinilah kita harus bisa memahami bahwa kegagalan adalah hal biasa sedangkan bangkit dari kegagalan itu adalah hal yang luar biasa.

Dalam buku La Tahzan for Student karya Fidi Mahendra dijelaskan bahwa pada hakikatnya, kegagalan terjadi karena kemampuan dan kemauan diri lebih rendah daripada masalah yang dihadapi. Sehingga sebenarnya sederhana, apabila kemampuan dan kemauan diri lebih besar daripada masalah yang dihadapi, maka ia sukses dan sebaliknya. Karena itulah, maka kata kuncinya adalah, “Jadikan setiap bertemu masalah, kemampuan dan kemauan mengatasinya lebih besar dari masalah yang ada.

Terkadang, kegagalan kita menghadapi masalah disebabkann oleh pikiran kita sendiri. Rasa khawatir, takut, minder, dan sebagainya yang diciptakan oleh pikiran kita sendiri. Hilangnya rasa percaya diri adalah sumber utama penyebab kegagalan. Maka, menjadi kewajiban bagi kita untuk membangun rasa percaya diri minimal dalam pikiran kita karena sebenarnya masalah yang kita hadapi tak seberat apa yang kita pikirkan.

Selain itu, kita harus meyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa disetiap masalah itu pasti ada jalan keluar. Segala masalah yang datang sudah didesain oleh beserta jalan keluarnya. Selalu ada jawaban-jawaban dari sebuah pertanyaan, sesulit apapun itu pertanyaannya. Dan kegagalan hanya merupakan jawaban yang kurang tepat dari sebuah pertanyaan.

Seseorang yang bangkit dari kegagalan, dengan implementasi rasa syukurnya akan kasih sayang (rahmat) Allah maka ia tak kan berdiam diri memahami kegagalan dan mengambil pelajarannya saja. Namun ia akan action dengan pelajaran yang telah ia dapatkan. Ia tidak akan NATO (No Action Talk Only). Maka orang yang bangkit dari kegagalan pasti akan berjuang, bersabar dan bersyukur, berdoa, melupakan kesedihan, dan bergembira.

1. Berjuang

Perjuangan adalah pergerakan menuju kebaikan. Orang yang sukses melakukan perjuangan adalah ia yang sukses melalui proses yang berat.

Ada sebuah kalimat renungan, “Jangan pernah menghentikan perjuangan walau sedetik pun dan jangan pernah berkompromi dengan keputusasaan karena itu akan melemahkan jalan dan menghambat tercapainya tujuan. Ingatlah bahwa jalan para pejuang adalah jalan yang penuh rintangan, darah, dan pengorbanan.”

Beberapa contoh perjuangan kita sebagai pembelajar diantaranya adalah rajin belajar, selalu memanfaatkan waktu, tak pernah bolos kuliah, dan sebaginya.

2. Bersabar dan bersyukur

Dalam QS. Al-Baqarah Allah SWT berfirman :

Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa cobaan akan selalu hadir dalam kehidupan kita dan bahwa hanya orang-orang yang sabar  yang akan dikaruniai kegembiraan.

Tak sedikit diantara kita yang sedang dalam proses bangkit dari kegagalan kemudian kembali gagal. Maka, sabar adalah kuncinya. Tahukah teman-teman bahwa kecerdasan diraih dengan kesabaran yang tinggi? Orang yang cerdas hakikatnya ialah yang sabar menekuni proses pembelajaran. Semakin pandai ia melatih kesabaran, semakin banyak ilmu yang akan diperolehnya. Semakin terasah akalnya, maka semakin mengendap emosinya.

Ada empat kesabaran yang harus dimiliki oleh semua pembelajar yang ingin meraih kesuksesan karena kesabaran berkaitan dengan ketekunan dan ketegaran menjalani proses kehidupan, merasakan asam-garam perjalanan, dan pahit-manis adegan demi adegan kehidupan, yaitu : Kesabaran dalam menghadapi musibah, Kesabaran dalam menghadapi hawa nafsu, Kesabaran dalam menghadapi perintah Allah, dan Kesabaran dalam menjauhi larangan Allah.

Dalam kitab Tazkiyah an-Nafs karangan Ibnu Qayyim al- Jauziyyah, Ibnu Rajab al- Hambali, dan Imam Ghazali, disebutkan bahwa tingkatan teratas manusia dalam menghadapi kesabaran adalah menusia yang bersikap syukur. Bersyukur akan menjadikan kita bahagia, dan cara bersyukur yang paling baik adalah dengan bertaqwa (mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya).

3. Berdoa

Doa adalah sarana komunikasi hamba kepada Tuhannya. Logikanya, semakin baik komunikasi dengan Tuhan Pemilik Alam Semesta, maka semakin mudah pula terkabulnya permintaan kita.

Ketahuilah bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka yang sukses dalam doanya, karena segala sesuatu yang terjadi baik kegagalan maupun kesuksesan adalah gabungan antara dua unsur, yaitu usaha manusia dan pertolongan Allah.

Dan Tuhanmu berfirman : “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu…” (QS. Al-Mu’min (40) : 60).

4. Melupakan kesedihan dan bergembira

Melupakan kesedihan adalah obat mujarab untuk mengawali langkah kesuksesan. Allah SWT selalu menyediakan ruang untuk menampung kesedihan manusia. Allah selalu membuka pintu-Nya untuk mendengarkan keluh kesah dan penderitaan hamba-Nya. Sedangkan hati manusia hanya menyediakan sedikit ruang untuk kesedihan. Maka, apabila engkau bersedih, sampaikanlah kesedihan itu pada Tuhanmu, yang selalu siap menampungnya. Jangan engkau rasakan sendiri. Yang harus dilakukan adalah  bergembira karena kegembiraan adalah energy kehidupan. Simbol yang paling sederhana dari kegembiraan adalah tersenyum karena senyum bisa membangkitkan gairah dan semangat. Senyum adalah shadaqah.

Nah, begitulah orang-orang sukses. Ia bangkit dari kegagalan dan beraksi dengan pelajaran yang ia dapat dari kegagalan itu.

“Seorang pelajar yang cerdas adalah ia yang mencari ilmu dengan kegigihan dan kesabaran dan bukanlah ia yang mudah putus asa dan bersedih hati ketika terjatuh pada satu lubang kegagalan” (Fidi Mahendra).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>